Berita Medis Membahas Alat Kesehatan dan Kedokteran, Rumah Sakit, Laboratorium dan Alat Kantor secara mendalam dan mendetail. Berita Medis sumber informasi terpercaya yang dikelola oleh Sanes Medical
Tampilkan postingan dengan label Artikel Haji Umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Haji Umroh. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Oktober 2014
Rahasia Umur 40 Tahun pada Kesehatan Mental Spiritual
Rahasia Umur 40 Tahun pada Kesehatan Mental Spiritual
“Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya.” (Al-Tsa‘labi).
“Para ahli tafsir berkata bahwa Allah Ta'ala tidak mengutus seorang Nabi kecuali jika telah mencapai umur 40 tahun.” (Imam Al-Syaukani)
“Mereka berkata bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya." (Ibrahim al-Nakhai)
“Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal shalih siang mau pun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah ‘Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi.” (Ibn Atha'illah)
Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa- sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”
Barang siapa yang telah mencapai umur empat puluh tahun, tetapi tidak juga menjadi orang baik, maka hendaklah ia bersiap-siap masuk neraka! (HR Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin)
Apabila sampai seseorang berumur empat puluh tahun dan tidak bertaubat, niscaya setan menyapu mukanya dengan tangannya. Dan setan itu berkata: “Demi bapakku! Muka orang yang tiada memperoleh kemenangan.” (HR Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin).
Oleh: Alfathri Adlin
Baca juga artikel ini:
- Begitu Dahsyatnya Qurban
- Tempat Doa Paling Makbul di Planet Bumi.
Sabtu, 04 Oktober 2014
Dahsyatnya Keutamaan Qurban di Hari Raya Idul Adha
Dahsyatnya Keutamaan Qurban di Hari Raya Idul Adha.
Kita telah kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107].
Sumber: http://www.fimadani.com/7-hikmah-dan-keutamaan-qurban-idul-adha/
Baca Juga :
- Tempat Berdoa Paling Makbul di Kabah
Kita telah kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107].
Sumber: http://www.fimadani.com/7-hikmah-dan-keutamaan-qurban-idul-adha/
Baca Juga :
- Tempat Berdoa Paling Makbul di Kabah
Minggu, 09 September 2012
Multazam Tempat Doa yang Makbul di Masjidil Haram
Multazam Tempat Doa yang Paling Makbul di Masjidil Haram.
Multazam secara bahasa artinya adalah “tempat yang sangat diperlukan”. Multazam adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad.
Multazam sering disebut sebagai maqam ijabah, tempat dikabulkannya doa.
Memang bila memungkinkan berdoa di sini sambil menempelkan pipi, dada, lengan dan kedua telapak tangan.
Sebagaimana dikisahkan bahwa Abdullah Ibn Amru setelah thawaf lalu shalat dan mencium hajar Aswad. Kemudian ia berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah menempelkan dada, kedua tangan dan pipinya sambil berkata ,“Seperti ini aku melihat Rasulullah SAW melakukannya” (Sunan Ibnu Majah dalam Al Manasik dengan sanad hasan).
Kini berdoa di Multazam dengan cara seperti itu bukanlah hal yang mudah. Jumlah jamaah yang sangat besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi, menyebabkan kesulitan dan kemudharatan yang tinggi pula. Karenanya cukuplah jamaah berdoa pada arah Multazam saja. Berdoa dapat sambil duduk maupun berdiri. Dengan menunduk, memandang, atau mengangkat tangan.
Lagi pula perlu kita ketahui, bahwa makbul doa itu bukan semata-mata ditentukan oleh faktor tempat, melainkan lebih kepada keadaan hati masing-masing.
Ketenangan, keyakinan, kebutuhan yang sangat, serta kerendahan hati sangat mempengaruhi kontak batin dan kabulnya doa. Memang yang terbaik adalah tempatnya mustajab, hatinya juga khusyuk.
Namun jika tidak, kita pun yakin bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar. Melihat dan mendengar doa. Di sudut mana pun kita berada. (Republika)
Oleh HM Rizal Fadillah (Pembimbing Haji dan Umroh)
Berikut adalah Contoh Perlengkapan Kesehatan untuk Jama'ah Haji / Umroh :
- Kursi Roda Portable (Klik Sini)
- Alat Bantu Berjalan Walker (Klik Sini)
- Alat Tensi Darah Elektronik (Klik Sini)
- Alat Cek Gula Darah, Kolesterol dan Lemak Trigliserida (Klik Sini)
- Alat Uap untuk Penyakit Asma (Klik Sini)
Multazam secara bahasa artinya adalah “tempat yang sangat diperlukan”. Multazam adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad.
Multazam sering disebut sebagai maqam ijabah, tempat dikabulkannya doa.
Memang bila memungkinkan berdoa di sini sambil menempelkan pipi, dada, lengan dan kedua telapak tangan.
Sebagaimana dikisahkan bahwa Abdullah Ibn Amru setelah thawaf lalu shalat dan mencium hajar Aswad. Kemudian ia berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah menempelkan dada, kedua tangan dan pipinya sambil berkata ,“Seperti ini aku melihat Rasulullah SAW melakukannya” (Sunan Ibnu Majah dalam Al Manasik dengan sanad hasan).
Kini berdoa di Multazam dengan cara seperti itu bukanlah hal yang mudah. Jumlah jamaah yang sangat besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi, menyebabkan kesulitan dan kemudharatan yang tinggi pula. Karenanya cukuplah jamaah berdoa pada arah Multazam saja. Berdoa dapat sambil duduk maupun berdiri. Dengan menunduk, memandang, atau mengangkat tangan.
Lagi pula perlu kita ketahui, bahwa makbul doa itu bukan semata-mata ditentukan oleh faktor tempat, melainkan lebih kepada keadaan hati masing-masing.
Ketenangan, keyakinan, kebutuhan yang sangat, serta kerendahan hati sangat mempengaruhi kontak batin dan kabulnya doa. Memang yang terbaik adalah tempatnya mustajab, hatinya juga khusyuk.
Namun jika tidak, kita pun yakin bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar. Melihat dan mendengar doa. Di sudut mana pun kita berada. (Republika)
Oleh HM Rizal Fadillah (Pembimbing Haji dan Umroh)
Berikut adalah Contoh Perlengkapan Kesehatan untuk Jama'ah Haji / Umroh :
- Kursi Roda Portable (Klik Sini)
- Alat Bantu Berjalan Walker (Klik Sini)
- Alat Tensi Darah Elektronik (Klik Sini)
- Alat Cek Gula Darah, Kolesterol dan Lemak Trigliserida (Klik Sini)
- Alat Uap untuk Penyakit Asma (Klik Sini)
Minggu, 11 September 2011
Lokasi Multazam Tempat Doa yang Paling Makbul di Ka'bah Masjidil Haram
Lokasi Multazam Tempat Doa yang Paling Makbul di Ka'bah Masjidil Haram Makkah.
Multazam secara bahasa artinya adalah “tempat yang sangat diperlukan”. Multazam adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad.
Multazam sering disebut sebagai maqam ijabah, tempat dikabulkannya doa.
Memang bila memungkinkan berdoa di sini sambil menempelkan pipi, dada, lengan dan kedua telapak tangan.
Sebagaimana dikisahkan bahwa Abdullah Ibn Amru setelah thawaf lalu shalat dan mencium hajar Aswad. Kemudian ia berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah menempelkan dada, kedua tangan dan pipinya sambil berkata ,“Seperti ini aku melihat Rasulullah SAW melakukannya” (Sunan Ibnu Majah dalam Al Manasik dengan sanad hasan).
Kini berdoa di Multazam dengan cara seperti itu bukanlah hal yang mudah. Jumlah jamaah yang sangat besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi, menyebabkan kesulitan dan kemudharatan yang tinggi pula. Karenanya cukuplah jamaah berdoa pada arah Multazam saja. Berdoa dapat sambil duduk maupun berdiri. Dengan menunduk, memandang, atau mengangkat tangan.
Lagi pula perlu kita ketahui, bahwa makbul doa itu bukan semata-mata ditentukan oleh faktor tempat, melainkan lebih kepada keadaan hati masing-masing.
Ketenangan, keyakinan, kebutuhan yang sangat, serta kerendahan hati sangat mempengaruhi kontak batin dan kabulnya doa. Memang yang terbaik adalah tempatnya mustajab, hatinya juga khusyuk.
Namun jika tidak, kita pun yakin bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar. Melihat dan mendengar doa. Di sudut mana pun kita berada. Oleh HM Rizal Fadillah (Pembimbing Haji dan Umroh) (Republika)
Berikut adalah Contoh Perlengkapan Kesehatan untuk Jama'ah Haji / Umroh :
- Kursi Roda Portable (Klik Sini)
- Alat Bantu Berjalan Walker (Klik Sini)
- Alat Tensi Darah Elektronik (Klik Sini)
- Alat Cek Gula Darah, Kolesterol dan Lemak Trigliserida (Klik Sini)
- Alat Uap untuk Penyakit Asma (Klik Sini)
Multazam secara bahasa artinya adalah “tempat yang sangat diperlukan”. Multazam adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad.
Multazam sering disebut sebagai maqam ijabah, tempat dikabulkannya doa.
Memang bila memungkinkan berdoa di sini sambil menempelkan pipi, dada, lengan dan kedua telapak tangan.
Sebagaimana dikisahkan bahwa Abdullah Ibn Amru setelah thawaf lalu shalat dan mencium hajar Aswad. Kemudian ia berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah menempelkan dada, kedua tangan dan pipinya sambil berkata ,“Seperti ini aku melihat Rasulullah SAW melakukannya” (Sunan Ibnu Majah dalam Al Manasik dengan sanad hasan).
Kini berdoa di Multazam dengan cara seperti itu bukanlah hal yang mudah. Jumlah jamaah yang sangat besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi, menyebabkan kesulitan dan kemudharatan yang tinggi pula. Karenanya cukuplah jamaah berdoa pada arah Multazam saja. Berdoa dapat sambil duduk maupun berdiri. Dengan menunduk, memandang, atau mengangkat tangan.
Lagi pula perlu kita ketahui, bahwa makbul doa itu bukan semata-mata ditentukan oleh faktor tempat, melainkan lebih kepada keadaan hati masing-masing.
Ketenangan, keyakinan, kebutuhan yang sangat, serta kerendahan hati sangat mempengaruhi kontak batin dan kabulnya doa. Memang yang terbaik adalah tempatnya mustajab, hatinya juga khusyuk.
Namun jika tidak, kita pun yakin bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar. Melihat dan mendengar doa. Di sudut mana pun kita berada. Oleh HM Rizal Fadillah (Pembimbing Haji dan Umroh) (Republika)
Berikut adalah Contoh Perlengkapan Kesehatan untuk Jama'ah Haji / Umroh :
- Kursi Roda Portable (Klik Sini)
- Alat Bantu Berjalan Walker (Klik Sini)
- Alat Tensi Darah Elektronik (Klik Sini)
- Alat Cek Gula Darah, Kolesterol dan Lemak Trigliserida (Klik Sini)
- Alat Uap untuk Penyakit Asma (Klik Sini)
Langganan:
Postingan (Atom)


